Jumat, 02 Januari 2015

Posted by Unknown |


AL-QUR’AN DAN AL-HADITS
ORISINALITAS AL-QUR’AN
DOSEN PENGAMPU: ABDUL MAJID AS, Drs.H.M.si
DISUSUN OLEH:
M. ASHARI
NIM:13360018


FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013


KATA PENGANTAR

         
Alhamdullah, puji syukur kehadirat Allah SWT, dengan semua kenikmatan dan kemuliaan yang di berikan kepada saya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Selawat dan salam semoga selalu tetap tercurah kepada baginda kita nabi Muhammad Saw, teladan yang mulia, inspirator cerdas, motivator cerdas tangguh dalam segala aspek kehidupan, agama maupun sosial, dapat kita implementasikan gunna mempertahankan martabat kemanusiaan.
            Makalah yang berjudul ORISINALITAS AL-QUR’AN telah saya selesaikan guna untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh bapak dosen, dan semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi, dan teman-teman
            Sekian terima kasih dan selamat membaca
wassalam.....................................


DAFTAR ISI
1. Pendahuluan
2. Daftar isi
3. Pengertian orisinalitas Al-Qur’an  






A.Pengertian Orisinalitas Al-Qur’an
    Di tinjau dari kamus besar bahasa indonesia tentang pengertian orisinalitas al-qur’an adalah ke aslian ataw kemurnia al-qur’an.Sebagai mana telah ketahui bersama –sama bahwa al-qur’an adalah sebuah jawaban dari Allah swt.Yang menggunakan dimensi-dimensi kemanusiaan kekinian(mengitu perubahan),dan keduniaan agar mudah di pahami,di pelajari, di amalkan dan di pertahankan terus keberadaan-nya.
    Maka guna lebih mendalam,secara luas,terperinci agar Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari ehidupan yang takterpisahkan.Pencermatan  terhadap segala hal yang dikandung didalamnya yang saling berkaitan adalh sebuah tuntutan yang sekaligus merupakan kebutuhan mutlak bagi seluruh umat manusia.
   Al-qur’an memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat diantaranya adalah Al-Qur’an merupakan kitab yang keorientetikan atau keasliannya di jamin oleh Allah swt.dan Al-Qur’an adalah kitab yang terpelihara keasliannya dari pertama diturunkan jingga sampai pada umat mas kini.sebagai mana dijelaskan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an tentang terpeliharanya keaslian Al-Qur’an pada surah ke:15 ayat:9 yang artinya: “sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Qur’an dan kami pula yang memeliharanya”.Demikianlah Allah menjamin keorientetikan Al-Qur’an jaminan yang di berikan atas dasar kemaha kuasaannya dan kemaha tahuannya atas segala apa yang ada di langit dan di bumi dan tentang apa yang tidak di ketahui oleh makhluknya.Serta berkat upaya-upaya yang dilakukan makhluknya terutama manusia dalam hal mengumpulkan dan menjaga keorientetikan Al-Qur’an. Dan setiap muslim di seluruh belahan dunia percaya bahwa apa yang di baca dan di dengarnya sebagai mana Al-Qur’an tidak berbeda sedikit pun dengan apa yang di baca dan didengar oleh para sahabat yang di baca oleh Nabi Muhammad Saw.
      Al-Qur’an adalah firman Allah Swt.sebagai sumber utama utama untuk setiap keyakinan dan ibadah umat islam. Hal ini merupakan perantara untuk semua objek yang berhubungan dengan manusia,kebijakan ajarannya,ibadah,jual beli,hukumdan lain-lain. Akan tetapi,yang paling utama adalah hubungan makhluk dengan sang khalik. Pada saat yang sama, al-qur’an juga membeerikan pedoman dan ajaran secara mendetail tentang kemasyarakatan atau hubungan antara makhluk dengan makhluk yang lainnya.dan sistem ekonomi secara adil. Selain itu,Al-Qur’an memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifatnya. Salah satunya ia merupakan kitab yang di jamin keorientetikannya dan ia adalah kitab yang dipelihara keasliannya dan kemurniannya oleh Allah swt.hingga akhir zaman.
    Demikian Allah menjamin keorientetikan Al-Qur’an atas apa yang dilakukan oleh makhluk-makhluknya. Dan jaminan diatas mempunyai banyak fungsi diantaranya adalah menjadi bukti kebenaran tentang kenabian Nabi Muhammad Saw.
    Dalam mencari keorientetikan Al-Qur’an kita harus menentukan terlebih dahulu dari mana kita meninjau bukti kebenaran itu. Karena bagai mana pun kitab Al-Qur’an itu diturunkan beberapa abad sebelum kita. Sedangkan orang yang hidup pada masa itu banyak yang meragukan Al-Qur’an sebagai firman Allah Swt.melainkan mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah hasil buatan kreasi Nabi Muhammad Saw.dan adapun bukti-bukti keorientetikan Al-Qur’an itu dapat dilihat dari beberapa segi pembuktiannya yaitu:
1.      Bukti keorisinalitasan dilihat benar tidaknya Al-Qur’an itu berasal dari nabi muhammad saw.atau benar datangnya dari Allah swt.sebagai firmannya.
    Sejarah telah membuktikan bahwa nabi muhammad itu ialah ummy (tidak bisa menulis dan membaca)bahkan ada juga pendapat yang mengatakan bahwa nabi muhammad itu membaca dan menulis namun beliau tidak menguasai ilmu kesastraan. Catatan ini sendiri telah memperjelas bahwa tidak mungkin seorang muhammad dapat membuat karangan seindah dan sesempurna Al-Qur’an yang dapat menandingi syair-syair orang-orang arab yang terkenal dan tidak mungkin karang muhammad ini bisa menandingi dan melemahkan orang-orang arab yang terkenal dengan syair-syair yang indah dalam pengakuan masyarakat arab lainnya.
2.      Bukti kebenaran Al-Qur’an bisa dilihat dari ketidak sanggupan bangsa arab ketika ditantang untuk membuat surah yang dapat menandingi Al-Qur’anyang sifatnya bertahap.pertama : untuk memberikan contoh susunan yang sempurna.Qur’an surah ke:52 ayat:34. Kedua: menantang mereka untuk menyusun separuh surah semacam Al-Qur’an.Qur’an surah ke:11 ayat ke:13. Ketiga: menantang mereka untuk menyusun satu surah yang semisal dengan Al-Qur’an.keempat :menantang mereka untuk membuat satu surah dengan satu surah yang sama dengan satu surah Al-Qur’an.Qur’an surah ke:2 ayat ke:23.
3.      Bukti bahwa Al-Qur’an yang ada pada umat masa kini sama persis dengan dengan apa yang diturunkan kepada umat terdahulu dengan apa yang diturunkan kepada nabi muhammad saw.adalah adanya keterkaitan dengan adanya sifat dan ciri tetap sama keadaan dahulu.
4.      Dibuktikan dengan catatan sejarah. Al-Qur’an diturunkan kepada nabi muhammad saw.secara berangsur-angsur selama dua puluh dua tahun dua bulan dan dua puluh dua hari. Ada beberapa faktor yang terlebih dahulu yang dikemukakan dalam rangka memperjelas kebenaran Al-Qur’an sebagai faktor-faktor pendukung ke orisinalitasannya yaitu:
a.      Masyarakat arab yang hidup pada masa turunnya Al-Qur’an adalah masyarakat yang tidak mengenal tentang baca tulis. Karena itu satu-satunya andalan mereka adalah dengan hafalan mereka yang sangat kuat hingga masa sekarang ini.
b.      Masyarakat arab khususnya pada masa turunnya Al-Qur’an dikenal sebagai masyarakat yang sederhana. Ini menjadikan mereka memiliki waktu luang yang cukup untuk menambah ketajaman pikiran dan hafalan mereka.
c.       Masyarakat arab yang sangat gandrung lagi membanggakan kesusastraan mereka bahkan kerap mengadakan perlombaan perlombaan dalam bidang ini dalam waktu-waktu tertentu.
d.      Al-Qur’an mencapai tingkat tertinggi dari segi keindahan bahasanya dan sangat mengagumkan bukan hanya bagi orang-orang mukmin tetapi juga bagi orang-orang kafir. Berbagai riwayat yang menyatakan bahwa tokoh-tokoh kaum musyrikin sering sekali secara sembunyi-sembunyi berupaya mendengarkan ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh kaum muslimin-muslimin. Disamping mengagumi keindahan bahasanya mereka juga mengagumi keindahan kandungannya.serta meyakini bahwa ayat-ayat Al-Qur’an adalah petunjuk kebahagian dunia daan akhirat.
5.      Keorientetikan Al-Qur’an juga bisa dibuktikan dari sejarah kodifikasi dan penulisan Al-Qur’an.
Sejarah  dalam uraian sebelumnya dikemukakan bahwa ketika terjadi peperangan yamah terdapat puluhan sahabat penghafal Al-Qur’an yang gugur dalam peperanagn tersebut sehingga membuat umar bin khatab menjadi resah akan “masa depan Al-Qur’an” karena hal tersebut beliau melaporkan kepada khalifah Abu Bakar Bin Siddiq.kemudian mengusulkan untuk mengumpulkan tulisan-tulisan yang pernah ditulis pada masa rasulullah saw. Walaupun pada mulanya khalifah Abu Bakar sangat ragu menerima usulan tersebut dengan alasan bahwa pengumpulan semacam itu tidak pernah dilakukan oleh nabi saw. Namun pada akhirnya Umar r.a meyakinkannya. Dan keduanyapun sepakat untuk suatu tim penyusun Al-Qur’an yang diketuai oleh Zaid Bin Tsabit.dalam melaksanakan tugas suci dan besar itu . ada dua syarat dalam menulis dan menerima naskah yang terlebih dahulu ditulis yaitu: pertama: harus sesuai dengan hafalan sahabat yang lain.kedua: tulisan tersebut benar-benar adalah perintah dan dihadapan nabi saw.
B. KEAUTENTIKAN DAN KESEMPURNAAN AL-QUR’AN
         Sebaagai permulaan perlu diketahui bahwa revisi utsman didasarkan atas naskah tertulis yang telah ada sebelumnya.pengumpulan resmi dengan wewenang khusus dari Khalifah Abu Bakar adalah,seperti yyang telah diketahui adalah meragukan. Namun,Hafsah memiliki sejumlah dokumen tertulis. Aklau kita meragukan ataupun sampai menolak asumsi bahwa itu adalah kumpulan resmi yang dibuat o;eh Zaid,kita harus mempunyai penjelasan lain mengenai apa dokumen-dokumen itu sebenarnya. Jelas bahwa dokumen itu di anggap cukup berkewenangan dan di pakai untuk menghasilkan Qur’an Usman. Kumpulan Qur’an lain memabg ada dan tentunya ada cukup banyak orang yang  menghafalkan semua ini atau sebagiannya. Secara umum dapat disimpulkan bahwa revisi Utsman dijalankan secara jujur,di reproduksi,sejauh kemampuan orang yang menanganinya,sedekat mungkin dengan apa yang disampaikan oleh nabi muhammad saw.
C. NASKAH PRA UTSMANI
     Meskipun upaya Utsman untuk menyeragamkan teks Al-Qur’an di seluruh kekhalifahan dalam prakteknya berhasil,bacaan-bacaan pra Utsmani atau yang bukan hukum agama sama sekali tidak di lupakan.kebanyakan tafsir beesar mengenai Qur’an seperti dari at-Tabari dan az-Zamakhsyari mengacu kkepada bacaan non hukum agama dari waktu ke waktu. Satu atau dua cedikiawan muslim pada awal abad abad kesepuluh membuat kajian khusus mengenai masahif.(bentuk tunggal mushaf) awal.salah satu karyanya ,yaitu kitab al-masahaf dari Ibn Abi Dawud(w.928 m). Dari keterangan yang di berikan oleh Ibn Abi Dawud dan dari sumber-sumber lain menyusun satu daftar berisi lima belas ‘naskah utama’ dan hampir sama banyaknya denagan ‘naskah kedua’ dan dari sebagian naskah ini dia telah mengumpulkan sedikitnya beberapa bacaan non hukum agama. Dugaannya adalah bahwa pada masa awal orang-orang muslim tertentu mulai mencatat sebanyak mungkin dari sebagian Al-Qur’an. Mula-mula kumpulan tulisan ini tidak hanya yang penting bagi kaum muslimin umumnya ,karena orang-orang terbiasa dengan dominassi dengan dominasi tradisi lisan cenderung curiga terhadap tulisan,dan ada beberapa cendikiawan muslim mengatakan bahwa frase mengumpulkan Qur’an artinya hanyalah menghafal seluruh Qur’an. Namun ,ada pernyataan eksplisit bahwa ibn Mas’ud meniadakan sama sekali dua surah terakhir(113 dan 114),Mu’awwizatan atau surah mencari perlindungan dari allah. Secara keseluruhan informasi yang telah sampai pada kita mengenai naskah pra Utsmanimengisyaratkan bahwa tidak ada ragam besar dalam isi Qur’an yang sesungguhnya pada masa setelah wafatnya nabi muhammad saw.
     Munculnya inisiatif utsman bin affan untuk menghimpun Al-Qur’an adalah pada masa kekhalifahan beliau para pemuka pemuka islam semakin meluas perpecahan antara kaum muslimin tejadi di berbagai pelosok dan perbatasn negara. Dan setiap negara islam terkenal dengan Qiraa’at sab’ah yang mengajari mereka. Penduduk syam ,mereka mengikuti Qira’ah ubai bin ka’ab ,dan penduduk kuffah mengambil Qira’ah Abdulllah mas’uud,dan yang lainnya mengambil Qira’ah abu musya al-asyhari. Di antara merekka terjadi perselisihan dalam mengamalkannya dan sega-segi Qiraatnya,perselisihan dalam mengamalkannya dan segi-segi Qira’atnya,perselisihan yang terus berkelangsungan ini hampir saja membawa mereka kepada  efek pertikaian dan perpecahan sehingga di antara mereka ada yang saling mengkafirkan hanya karena perbedaan Qira’at. Karena beberapa faktor dan peristiwa inilah utsman berpendapat dengan cermat ,dan kebenaran pandangannya. Ia hendak memperbaiki kerusakan ini sebelum menjalar kepada para tokoh dan membasmi penyakit itu sebelum kehabisan obat. Maka ia memulai langkahnya dengan mengumpulkan pembesar-pembesar sahabat,para intelek dan dan pengamat di antara mereka. Mereka di beri kabar gembira pembasmian fitnah yang sudah mulai bersemi dan perpecahan yang telah terjadi. Setelah itu mereka sepakat agar  Amirul Mu’minin menaskahkan  mashhafi yang banyak dan mengirimkannya keberbagai negara atau kota. Dan hendaknya Amirul M’minin memerintahkan kepada semua orang agar mereka membakar semua mushaf kecual yang mushaf yang dikirim olehnya,sehingga akan tertutup semua jalan pertikaian dan perselisihan dalam segi-segi Qira’ah. Setelah itu,khalifah Utsman mengintruksikan pelestarian deklarasi yang mulia itu,diajukan kepada empat orang sahabat teladan sebagai tsiqatul huffadh. Mereka itu ialah Zaid bin Tsabit,Abdullah bi Zubair,Sa’ied bin Abi Waqash dan Abdurrahman bin Khisyam.mereka semua dari golongan bangsa Quraisy kecuali Zaid bin Tsabit,dari golongan antsar.
      Peristiwa ini terjadi pada tahun 20 H,kemudian Utsman meminta Hafshah binti Umar agar memberikan mushaf yang ada padanya,begitu pula yang telah dihimpun oleh Abu Bakar sebelumnya,agar dinaskahkan menjadi beberapa naskah dan menggembalikan lagi kepadanya.
D. KEPRIBADIAN RASULULLAH SAW SEBAGAI PEMBUKTIAN ORISINALITAS ALQUR’AN
     Sebagai mana telah dikemukakan dalam bagian diatas bahwa membuktikan kebenaran seorang nabi tidak harus melalui mukjizat yang dipaparkannya,tetapi juga dapat dibuktikan dengan mengenal kepribadian,kehidupan keseharian,akhlak,dan budi pekertinya. Imam algazali dalam konteks ini menekankan bahwa tentang keraguan yang tak mungkin akan menjadi sebuah keyakinan yang mutlak. Yang perlu di garis bawahi dari kepribadian nabi saw.ketika kita berbicara tentang kemukjizatan Al-Qur’an,adalah keadaan beliau sebagai seorang ummy,yakni tidak pandai membacadan menulis dan tidak pernah belajar pada suatu satuan pendidikan. Namun sebagaimana beliau mampu menyampaikan melalui ayat-ayat Al-Qur’an aneka informasi sejarah dan hal-hal ilmiah yang tidak di ketahui oleh masyarakatnya bahkan masyarakat ilmiah kecuali berabad abad sesudahnya.
Nabi muhammad saw.dilahirkan dimakkah dalam keadaan yatim,dibesarkan dalam keadaan miskin,tidak belajar pada suatu satuan pendidikan,tidak pandai bahkan tidak pandai membaca dan menulis,hidup dalam lingkungan terbelakang,namun kesemua faktor itu tidak membawa dampak negatif sedikitpun pada keutuhan kepribadian manusia itu bahkan sebaliknya sejumlah ahli bersepakat bahwa nabi muhammad saw adalah satu diantara manusia teragung.betapa kepribadian beliau tidak menjadi bukti pada hal sejumlah faktor kelemahan melingkari hidup beliau,yatim,miskin,buta huruf,dan lingkungan terbelakang.
E.KONDISI MASYARAKAT ARAB PEMBUKTIAN KEASLAIN AL-QUR’AN
    Masyarakat arab pada masa sebelum turunnya al-qur’an dikenal sebagai masyarakat ummiyyin yang berarti ibu.masyarakat arab awal masa islam kemampuannya dalam hal tulis baca sangat minim sampai-sampai ada riwayat yang menyebutkan jumlah mereka yang pandai menulis ketika itu tidak lebih dari belasan orang.kelangkaan alat tulis-menulis dan ketidak mampuan menulis mengantarkan mereka untuk mengandalkan hafalan.kemampuan menghafal pada gilirannya menjadi tolak ukur kecerdasan dan kemampuan ilmiah seseorang,sehingga tidak heran jika penyair yang bernama Zurrummah meminta kepada seseorang yang mendapatinya sedang menulis,untuk tidak memberi tahukan kepda orang lain tentang kemampuannya menulis.
Masyarakat arab ketika itu juga dikenal tidak mahir berhitung. Bahkn bahkan bahasa arab memperkenalkan apa yaang dinmakan (wawu ats-tsamaniyyah). Yang mana huruf wawu digandengkan dengan angka delapan ,karena angka yang pling sempurna bagi meeka adalah tujuh(seperti sepuluh bagi kita) sehingga bila menghitung satu sampai tujuh,mereka menyebutnya secara berurut.walaupun demikian, ini bukan berarti bahwa masyarakat arab yang dijumpai al-qur’an pertama kali sama sekali tidak mempunyai pengetahuan.melaainkan mereka memiliki pengetahuan antara lain dalam bidang:
1.      astronomi,tetapi tetapi ini terbatas pada penggunaan bintang untuk penunjuk jalan ,atau mengetahui jenis musim
2.      meteorologi.yang mereka gunakan untuk mengetahui keadaan cuaca dan turunnya hujan.
3.      Sedikit tentang sejarah umat sekitarnya.
4.      Pengobatan berdasarkan pengalaman.
5.      Perdukunan dan semacamnya.
6.      Bahasa dan sastra.
Pengetahuan mereka dalam bidang-bidang tersebut selain bahasa dan sastra terbatas pada kelompok kecil di antara mereka dan itupun umat umat sederhana. Bahkan seringkali keliru sehingga tidak jarang Al-Qur’an turun meluruskan kekeliruan mereka atau memberi kepaada mereka informasi baru.
Masyarakat arab khususnya yang berada di makkah,dapat dikatakan sangat terisolasi dari masyarakat-masyarakat lain yang relatif ketika itu”maju”seperti mesir,persia,irak,dan china.jika demikian,pengetahuan masyarakat arab pada masa turunnya al-qur’an akan menunjang bukti kebenaran dan aslian al-qur’an saat di sadari betapa kitab suci ini memaparkan hakikat-hakikat ilmiah yang tidak di kenal kecuali pada masa-masa terakhir ini.
·         Masa dan Cara Kehadiran Al-Qur’an
Hal yang tidak kurang pentingnya dalam upaya lebih meyakinkan tentang kemukjizatan al-qur’an adalah masa dan cara turunnya wahyu al-qur’an kepada nabi muhammad saw.
Banyak aspek uraian yang berkaitan dengan topik ini,tetapi yang perlu di garis bawahi dalam konteks pembuktian kemukjizatan al-qur’an adalah:
a.      Kehadiran wahyu Al-Qur’an diluar kehendak nabi muhammad saw.
b.      Kehadirannya secara tiba-tiba.
Setelah sepuluh kali menerima wahyu yang dimulai dari awal surah Al-A’laqh sampai Al-Fajr. Sekian lama beliau menanti kehadiran kedatangan jibril membawa wahyu,namun jibril tak kunjung datang maka timbul rasa gelisah di hati nabi muhammad saw. Sedemikian besar kegelisahan itu,sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa beliau nyaris menjatuhkan dirinya dari atas gunung. Orang-orang musyrik makkahpun mengejek beliau dengan berkata:tuhan telah meninggalkan muhammad dan membencinya.”kegelisahan beliau baru berakhir dengan turunnya wahyu kesebelas yang artinya:”demi adh-dhuha,dan malam ketika hening. Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu (Q.s Adh-dhuha[93]:1-3).”
Cahaya matahari,ketika naik sepenggalahan,memancar menerangi seluruh penjuru,dan pada saat yang sama ia tidak terlalu terik,sehingga tidak mengakibatkan gangguan sedikitpun. Bahkan panasnya dapat memberikan kesegaran,kenyamanan,dan kesehatan. Di sini Allah swt.menggambarkan kehadiran wahyu selama ini sebagai kehadiran cahaya matahari yang cahayanya  demikian jelas,menyegarkan,dan menyenangkan. Ketidak hadiran wahyu ini di gambarkan dengan kalimat,”demi malam ketika hening telah larut.” Dari kedua hal yang bertolak belakang,Allah menafikan dugaan atau tanggapan yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw.telah ditinggalkan tuhannya atau tuhannya telah membencinya. Kehadiran malam tidak menjadikan seseorang boleh berkata bahwa “matahari tidak akan terbit lagi”.
Demikian terlihat bahwa wahyu adalah wewenang tuhan sendiri. Walaupun keinginan nabi saw.meluap-luap menanti kehdirannya,namun jika tuhan tidak menghendaki bahwa wahyu tidk akan datang. Ini membuktikan bahwa wahyu bukan merupakan hasil perenungan atau bisikan jiwanya.
Disisi lain ada sekian banyak ayat Al-Qur’an yang turun menegur beliau.



F.KESIMPULAN
·        Al-Qur’an mutlak merupakan wahyu Allah swt.bukan buatan hasil karya Nabi Muhammad saw. Yang merupakan jawaban dari berbagai masalah yang ada di dunia
·        Allah menjamin terpeliharanya keaslian kandungan Al-Qur’an hingga akhir zaman. Sebagai mana Al-Qur’an,QS ke 15:9.antara lain berkat upaya kaum beriman
·        Al-Qur’an mempunyai banyak banyak fungsi diantaranya menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw.
·        Keorisinalitasan Al-Qur’an tidak seorang dapat menyaingi Al-Qur’an ,meniru bahkan membuat surah seperti Al-Qur’an ,bahkan kaum orientalispun tidak dapat celah untuk itu.
·        Al-Qur’an adalah mukjizat abad dan mukjizat terbesar umat islam.
·        Sejarah membuktikan bahwa Al-Qur’an itu benar-benar otentik dan tidak dapat di ragukan lagi.
·        Al-Qur’an sebagai penjelas tentang umat umat terdahulu


DAFTAR PUSTAKA
 
Abdurrazaq Naufal,Al-I’jaz Al-‘Adadi fi Al-Qur’an, Al-Sya’b,cet.III,Kairo,1976.
Al-Asfahani,Al-Raghib,Mu’jam Mufradat Al-Qur’an,dar al-fikr,beirut,tp.th.
Baikuni,Ahmad,Islam dan Ilmu Pengetahun Modern,Pustaka Salman,Bandung,1983.
Djarot Sensa, Muhammad, Komunikasi Qur’aniyah, Bandung :  Pustaka Islamika, 2005,   hal. 23
Shihab, M. Quraish. Dr, Membumikan Al-Quran, Bandung : Penerbit Mizan, 1996. hal. 21
Blog pada WordPress.com. Tema: Digg 3 Column oleh WP Designer.                                         
 Buletin IQRO, KAMPUS : Kajian MAhasiswa Pojok Ushuluddin



1 komentar:

  1. TINY EARRINGS PICTURE MIXED MIXED MIXED TINY
    TINY EARRINGS PICTURE MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED titanium bikes MIXED 벳 인포 MIXED MIXED MIXED rocket league titanium white octane MIXED MIXED titanium density MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED titanium aura quartz MIXED

    BalasHapus