AL-QUR’AN DAN AL-HADITS
ORISINALITAS AL-QUR’AN
DOSEN PENGAMPU: ABDUL MAJID AS, Drs.H.M.si
DISUSUN OLEH: M. ASHARI
NIM:13360018

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013
ORISINALITAS AL-QUR’AN
DOSEN PENGAMPU: ABDUL MAJID AS, Drs.H.M.si
DISUSUN OLEH: M. ASHARI
NIM:13360018

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
YOGYAKARTA
2013
KATA PENGANTAR
Alhamdullah, puji syukur kehadirat Allah SWT, dengan semua kenikmatan dan kemuliaan yang di berikan kepada saya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Selawat dan salam semoga selalu tetap tercurah kepada baginda kita nabi Muhammad Saw, teladan yang mulia, inspirator cerdas, motivator cerdas tangguh dalam segala aspek kehidupan, agama maupun sosial, dapat kita implementasikan gunna mempertahankan martabat kemanusiaan.
Alhamdullah, puji syukur kehadirat Allah SWT, dengan semua kenikmatan dan kemuliaan yang di berikan kepada saya sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Selawat dan salam semoga selalu tetap tercurah kepada baginda kita nabi Muhammad Saw, teladan yang mulia, inspirator cerdas, motivator cerdas tangguh dalam segala aspek kehidupan, agama maupun sosial, dapat kita implementasikan gunna mempertahankan martabat kemanusiaan.
Makalah yang berjudul ORISINALITAS
AL-QUR’AN telah saya selesaikan guna untuk menyelesaikan tugas yang diberikan
oleh bapak dosen, dan semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi, dan
teman-teman
Sekian terima kasih dan selamat
membaca
wassalam.....................................
wassalam.....................................
DAFTAR ISI
1. Pendahuluan
2. Daftar isi
3. Pengertian orisinalitas Al-Qur’an
1. Pendahuluan
2. Daftar isi
3. Pengertian orisinalitas Al-Qur’an
A.Pengertian Orisinalitas Al-Qur’an
Di tinjau dari kamus besar bahasa indonesia tentang pengertian
orisinalitas al-qur’an adalah ke aslian ataw kemurnia al-qur’an.Sebagai mana
telah ketahui bersama –sama bahwa al-qur’an adalah sebuah jawaban dari Allah
swt.Yang menggunakan dimensi-dimensi kemanusiaan kekinian(mengitu
perubahan),dan keduniaan agar mudah di pahami,di pelajari, di amalkan dan di
pertahankan terus keberadaan-nya.
Maka guna lebih mendalam,secara luas,terperinci agar Al-Qur’an dapat
menjadi bagian dari ehidupan yang takterpisahkan.Pencermatan terhadap segala hal yang dikandung didalamnya
yang saling berkaitan adalh sebuah tuntutan yang sekaligus merupakan kebutuhan
mutlak bagi seluruh umat manusia.
Al-qur’an memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat
diantaranya adalah Al-Qur’an merupakan kitab yang keorientetikan atau
keasliannya di jamin oleh Allah swt.dan Al-Qur’an adalah kitab yang terpelihara
keasliannya dari pertama diturunkan jingga sampai pada umat mas kini.sebagai
mana dijelaskan oleh Allah swt dalam Al-Qur’an tentang terpeliharanya keaslian
Al-Qur’an pada surah ke:15 ayat:9 yang artinya: “sesungguhnya kami yang
menurunkan Al-Qur’an dan kami pula yang memeliharanya”.Demikianlah Allah
menjamin keorientetikan Al-Qur’an jaminan yang di berikan atas dasar kemaha
kuasaannya dan kemaha tahuannya atas segala apa yang ada di langit dan di bumi
dan tentang apa yang tidak di ketahui oleh makhluknya.Serta berkat upaya-upaya
yang dilakukan makhluknya terutama manusia dalam hal mengumpulkan dan menjaga
keorientetikan Al-Qur’an. Dan setiap muslim di seluruh belahan dunia percaya
bahwa apa yang di baca dan di dengarnya sebagai mana Al-Qur’an tidak berbeda
sedikit pun dengan apa yang di baca dan didengar oleh para sahabat yang di baca
oleh Nabi Muhammad Saw.
Al-Qur’an adalah firman Allah Swt.sebagai sumber utama utama untuk
setiap keyakinan dan ibadah umat islam. Hal ini merupakan perantara untuk semua
objek yang berhubungan dengan manusia,kebijakan ajarannya,ibadah,jual
beli,hukumdan lain-lain. Akan tetapi,yang paling utama adalah hubungan makhluk
dengan sang khalik. Pada saat yang sama, al-qur’an juga membeerikan pedoman dan
ajaran secara mendetail tentang kemasyarakatan atau hubungan antara makhluk
dengan makhluk yang lainnya.dan sistem ekonomi secara adil. Selain
itu,Al-Qur’an memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifatnya. Salah
satunya ia merupakan kitab yang di jamin keorientetikannya dan ia adalah kitab
yang dipelihara keasliannya dan kemurniannya oleh Allah swt.hingga akhir zaman.
Demikian Allah menjamin keorientetikan Al-Qur’an atas apa yang dilakukan
oleh makhluk-makhluknya. Dan jaminan diatas mempunyai banyak fungsi diantaranya
adalah menjadi bukti kebenaran tentang kenabian Nabi Muhammad Saw.
Dalam mencari keorientetikan Al-Qur’an kita harus menentukan terlebih
dahulu dari mana kita meninjau bukti kebenaran itu. Karena bagai mana pun kitab
Al-Qur’an itu diturunkan beberapa abad sebelum kita. Sedangkan orang yang hidup
pada masa itu banyak yang meragukan Al-Qur’an sebagai firman Allah
Swt.melainkan mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah hasil buatan kreasi Nabi
Muhammad Saw.dan adapun bukti-bukti keorientetikan Al-Qur’an itu dapat dilihat
dari beberapa segi pembuktiannya yaitu:
1. Bukti
keorisinalitasan dilihat benar tidaknya Al-Qur’an itu berasal dari nabi
muhammad saw.atau benar datangnya dari Allah swt.sebagai firmannya.
Sejarah telah membuktikan bahwa nabi
muhammad itu ialah ummy (tidak bisa menulis dan membaca)bahkan ada juga pendapat
yang mengatakan bahwa nabi muhammad itu membaca dan menulis namun beliau tidak
menguasai ilmu kesastraan. Catatan ini sendiri telah memperjelas bahwa tidak
mungkin seorang muhammad dapat membuat karangan seindah dan sesempurna
Al-Qur’an yang dapat menandingi syair-syair orang-orang arab yang terkenal dan
tidak mungkin karang muhammad ini bisa menandingi dan melemahkan orang-orang
arab yang terkenal dengan syair-syair yang indah dalam pengakuan masyarakat
arab lainnya.
2. Bukti
kebenaran Al-Qur’an bisa dilihat dari ketidak sanggupan bangsa arab ketika
ditantang untuk membuat surah yang dapat menandingi Al-Qur’anyang sifatnya
bertahap.pertama : untuk memberikan contoh susunan yang sempurna.Qur’an
surah ke:52 ayat:34. Kedua: menantang mereka untuk menyusun separuh
surah semacam Al-Qur’an.Qur’an surah ke:11 ayat ke:13. Ketiga:
menantang mereka untuk menyusun satu surah yang semisal dengan Al-Qur’an.keempat
:menantang mereka untuk membuat satu surah dengan satu surah yang sama
dengan satu surah Al-Qur’an.Qur’an surah ke:2 ayat ke:23.
3. Bukti
bahwa Al-Qur’an yang ada pada umat masa kini sama persis dengan dengan apa yang
diturunkan kepada umat terdahulu dengan apa yang diturunkan kepada nabi
muhammad saw.adalah adanya keterkaitan dengan adanya sifat dan ciri tetap sama keadaan
dahulu.
4. Dibuktikan
dengan catatan sejarah. Al-Qur’an diturunkan kepada nabi muhammad saw.secara
berangsur-angsur selama dua puluh dua tahun dua bulan dan dua puluh dua hari.
Ada beberapa faktor yang terlebih dahulu yang dikemukakan dalam rangka memperjelas
kebenaran Al-Qur’an sebagai faktor-faktor pendukung ke orisinalitasannya
yaitu:
a.
Masyarakat arab yang hidup pada masa
turunnya Al-Qur’an adalah masyarakat yang tidak mengenal tentang baca tulis.
Karena itu satu-satunya andalan mereka adalah dengan hafalan mereka yang sangat
kuat hingga masa sekarang ini.
b.
Masyarakat arab khususnya pada masa
turunnya Al-Qur’an dikenal sebagai masyarakat yang sederhana. Ini menjadikan
mereka memiliki waktu luang yang cukup untuk menambah ketajaman pikiran dan
hafalan mereka.
c.
Masyarakat arab yang sangat gandrung
lagi membanggakan kesusastraan mereka bahkan kerap mengadakan perlombaan
perlombaan dalam bidang ini dalam waktu-waktu tertentu.
d.
Al-Qur’an mencapai tingkat tertinggi
dari segi keindahan bahasanya dan sangat mengagumkan bukan hanya bagi
orang-orang mukmin tetapi juga bagi orang-orang kafir. Berbagai riwayat yang
menyatakan bahwa tokoh-tokoh kaum musyrikin sering sekali secara
sembunyi-sembunyi berupaya mendengarkan ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh kaum
muslimin-muslimin. Disamping mengagumi keindahan bahasanya mereka juga
mengagumi keindahan kandungannya.serta meyakini bahwa ayat-ayat Al-Qur’an
adalah petunjuk kebahagian dunia daan akhirat.
5. Keorientetikan
Al-Qur’an juga bisa dibuktikan dari sejarah kodifikasi dan penulisan Al-Qur’an.
Sejarah dalam uraian sebelumnya dikemukakan bahwa
ketika terjadi peperangan yamah terdapat puluhan sahabat penghafal Al-Qur’an
yang gugur dalam peperanagn tersebut sehingga membuat umar bin khatab menjadi
resah akan “masa depan Al-Qur’an” karena hal tersebut beliau melaporkan kepada
khalifah Abu Bakar Bin Siddiq.kemudian mengusulkan untuk mengumpulkan
tulisan-tulisan yang pernah ditulis pada masa rasulullah saw. Walaupun pada
mulanya khalifah Abu Bakar sangat ragu menerima usulan tersebut dengan alasan
bahwa pengumpulan semacam itu tidak pernah dilakukan oleh nabi saw. Namun pada
akhirnya Umar r.a meyakinkannya. Dan keduanyapun sepakat untuk suatu tim
penyusun Al-Qur’an yang diketuai oleh Zaid Bin Tsabit.dalam melaksanakan tugas
suci dan besar itu . ada dua syarat dalam menulis dan menerima naskah yang
terlebih dahulu ditulis yaitu: pertama: harus sesuai dengan hafalan
sahabat yang lain.kedua: tulisan tersebut benar-benar adalah perintah
dan dihadapan nabi saw.
B. KEAUTENTIKAN DAN KESEMPURNAAN
AL-QUR’AN
Sebaagai permulaan perlu diketahui
bahwa revisi utsman didasarkan atas naskah tertulis yang telah ada sebelumnya.pengumpulan
resmi dengan wewenang khusus dari Khalifah Abu Bakar adalah,seperti yyang telah
diketahui adalah meragukan. Namun,Hafsah memiliki sejumlah dokumen tertulis.
Aklau kita meragukan ataupun sampai menolak asumsi bahwa itu adalah kumpulan
resmi yang dibuat o;eh Zaid,kita harus mempunyai penjelasan lain mengenai apa
dokumen-dokumen itu sebenarnya. Jelas bahwa dokumen itu di anggap cukup
berkewenangan dan di pakai untuk menghasilkan Qur’an Usman. Kumpulan Qur’an
lain memabg ada dan tentunya ada cukup banyak orang yang menghafalkan semua ini atau sebagiannya.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa revisi Utsman dijalankan secara jujur,di
reproduksi,sejauh kemampuan orang yang menanganinya,sedekat mungkin dengan apa
yang disampaikan oleh nabi muhammad saw.
C. NASKAH PRA UTSMANI
Meskipun upaya Utsman untuk menyeragamkan teks Al-Qur’an di seluruh
kekhalifahan dalam prakteknya berhasil,bacaan-bacaan pra Utsmani atau yang
bukan hukum agama sama sekali tidak di lupakan.kebanyakan tafsir beesar
mengenai Qur’an seperti dari at-Tabari dan az-Zamakhsyari mengacu kkepada
bacaan non hukum agama dari waktu ke waktu. Satu atau dua cedikiawan muslim
pada awal abad abad kesepuluh membuat kajian khusus mengenai masahif.(bentuk
tunggal mushaf) awal.salah satu karyanya ,yaitu kitab al-masahaf dari
Ibn Abi Dawud(w.928 m). Dari keterangan yang di berikan oleh Ibn Abi Dawud dan
dari sumber-sumber lain menyusun satu daftar berisi lima belas ‘naskah utama’
dan hampir sama banyaknya denagan ‘naskah kedua’ dan dari sebagian naskah ini
dia telah mengumpulkan sedikitnya beberapa bacaan non hukum agama. Dugaannya
adalah bahwa pada masa awal orang-orang muslim tertentu mulai mencatat sebanyak
mungkin dari sebagian Al-Qur’an. Mula-mula kumpulan tulisan ini tidak hanya
yang penting bagi kaum muslimin umumnya ,karena orang-orang terbiasa dengan
dominassi dengan dominasi tradisi lisan cenderung curiga terhadap tulisan,dan
ada beberapa cendikiawan muslim mengatakan bahwa frase mengumpulkan Qur’an
artinya hanyalah menghafal seluruh Qur’an. Namun ,ada pernyataan eksplisit
bahwa ibn Mas’ud meniadakan sama sekali dua surah terakhir(113 dan
114),Mu’awwizatan atau surah mencari perlindungan dari allah. Secara
keseluruhan informasi yang telah sampai pada kita mengenai naskah pra
Utsmanimengisyaratkan bahwa tidak ada ragam besar dalam isi Qur’an yang
sesungguhnya pada masa setelah wafatnya nabi muhammad saw.
Munculnya inisiatif utsman bin affan untuk menghimpun Al-Qur’an adalah
pada masa kekhalifahan beliau para pemuka pemuka islam semakin meluas
perpecahan antara kaum muslimin tejadi di berbagai pelosok dan perbatasn
negara. Dan setiap negara islam terkenal dengan Qiraa’at sab’ah yang mengajari
mereka. Penduduk syam ,mereka mengikuti Qira’ah ubai bin ka’ab ,dan penduduk
kuffah mengambil Qira’ah Abdulllah mas’uud,dan yang lainnya mengambil Qira’ah
abu musya al-asyhari. Di antara merekka terjadi perselisihan dalam
mengamalkannya dan sega-segi Qiraatnya,perselisihan dalam mengamalkannya dan
segi-segi Qira’atnya,perselisihan yang terus berkelangsungan ini hampir saja
membawa mereka kepada efek pertikaian
dan perpecahan sehingga di antara mereka ada yang saling mengkafirkan hanya
karena perbedaan Qira’at. Karena beberapa faktor dan peristiwa inilah utsman
berpendapat dengan cermat ,dan kebenaran pandangannya. Ia hendak memperbaiki
kerusakan ini sebelum menjalar kepada para tokoh dan membasmi penyakit itu
sebelum kehabisan obat. Maka ia memulai langkahnya dengan mengumpulkan
pembesar-pembesar sahabat,para intelek dan dan pengamat di antara mereka. Mereka
di beri kabar gembira pembasmian fitnah yang sudah mulai bersemi dan perpecahan
yang telah terjadi. Setelah itu mereka sepakat agar Amirul Mu’minin menaskahkan mashhafi yang banyak dan mengirimkannya
keberbagai negara atau kota. Dan hendaknya Amirul M’minin memerintahkan kepada
semua orang agar mereka membakar semua mushaf kecual yang mushaf yang dikirim
olehnya,sehingga akan tertutup semua jalan pertikaian dan perselisihan dalam
segi-segi Qira’ah. Setelah itu,khalifah Utsman mengintruksikan pelestarian
deklarasi yang mulia itu,diajukan kepada empat orang sahabat teladan sebagai
tsiqatul huffadh. Mereka itu ialah Zaid bin Tsabit,Abdullah bi Zubair,Sa’ied
bin Abi Waqash dan Abdurrahman bin Khisyam.mereka semua dari golongan bangsa
Quraisy kecuali Zaid bin Tsabit,dari golongan antsar.
Peristiwa ini terjadi pada tahun 20 H,kemudian Utsman meminta Hafshah
binti Umar agar memberikan mushaf yang ada padanya,begitu pula yang telah
dihimpun oleh Abu Bakar sebelumnya,agar dinaskahkan menjadi beberapa naskah dan
menggembalikan lagi kepadanya.
D. KEPRIBADIAN RASULULLAH SAW SEBAGAI
PEMBUKTIAN ORISINALITAS ALQUR’AN
Sebagai mana telah dikemukakan dalam bagian diatas bahwa membuktikan
kebenaran seorang nabi tidak harus melalui mukjizat yang dipaparkannya,tetapi
juga dapat dibuktikan dengan mengenal kepribadian,kehidupan
keseharian,akhlak,dan budi pekertinya. Imam algazali dalam konteks ini
menekankan bahwa tentang keraguan yang tak mungkin akan menjadi sebuah
keyakinan yang mutlak. Yang perlu di garis bawahi dari kepribadian nabi
saw.ketika kita berbicara tentang kemukjizatan Al-Qur’an,adalah keadaan beliau
sebagai seorang ummy,yakni tidak pandai membacadan menulis dan tidak pernah
belajar pada suatu satuan pendidikan. Namun sebagaimana beliau mampu
menyampaikan melalui ayat-ayat Al-Qur’an aneka informasi sejarah dan hal-hal
ilmiah yang tidak di ketahui oleh masyarakatnya bahkan masyarakat ilmiah
kecuali berabad abad sesudahnya.
Nabi muhammad saw.dilahirkan dimakkah
dalam keadaan yatim,dibesarkan dalam keadaan miskin,tidak belajar pada suatu
satuan pendidikan,tidak pandai bahkan tidak pandai membaca dan menulis,hidup
dalam lingkungan terbelakang,namun kesemua faktor itu tidak membawa dampak
negatif sedikitpun pada keutuhan kepribadian manusia itu bahkan sebaliknya
sejumlah ahli bersepakat bahwa nabi muhammad saw adalah satu diantara manusia
teragung.betapa kepribadian beliau tidak menjadi bukti pada hal sejumlah faktor
kelemahan melingkari hidup beliau,yatim,miskin,buta huruf,dan lingkungan
terbelakang.
E.KONDISI MASYARAKAT ARAB PEMBUKTIAN
KEASLAIN AL-QUR’AN
Masyarakat arab pada masa sebelum turunnya al-qur’an dikenal sebagai
masyarakat ummiyyin yang berarti ibu.masyarakat arab awal masa islam
kemampuannya dalam hal tulis baca sangat minim sampai-sampai ada riwayat yang
menyebutkan jumlah mereka yang pandai menulis ketika itu tidak lebih dari
belasan orang.kelangkaan alat tulis-menulis dan ketidak mampuan menulis
mengantarkan mereka untuk mengandalkan hafalan.kemampuan menghafal pada gilirannya
menjadi tolak ukur kecerdasan dan kemampuan ilmiah seseorang,sehingga tidak
heran jika penyair yang bernama Zurrummah meminta kepada seseorang yang
mendapatinya sedang menulis,untuk tidak memberi tahukan kepda orang lain
tentang kemampuannya menulis.
Masyarakat arab ketika itu juga
dikenal tidak mahir berhitung. Bahkn bahkan bahasa arab memperkenalkan apa
yaang dinmakan (wawu ats-tsamaniyyah). Yang mana huruf wawu digandengkan
dengan angka delapan ,karena angka yang pling sempurna bagi meeka adalah tujuh(seperti
sepuluh bagi kita) sehingga bila menghitung satu sampai tujuh,mereka
menyebutnya secara berurut.walaupun demikian, ini bukan berarti bahwa
masyarakat arab yang dijumpai al-qur’an pertama kali sama sekali tidak
mempunyai pengetahuan.melaainkan mereka memiliki pengetahuan antara lain dalam
bidang:
1. astronomi,tetapi
tetapi ini terbatas pada penggunaan bintang untuk penunjuk jalan ,atau
mengetahui jenis musim
2. meteorologi.yang
mereka gunakan untuk mengetahui keadaan cuaca dan turunnya hujan.
3. Sedikit
tentang sejarah umat sekitarnya.
4. Pengobatan
berdasarkan pengalaman.
5. Perdukunan
dan semacamnya.
6. Bahasa
dan sastra.
Pengetahuan mereka dalam
bidang-bidang tersebut selain bahasa dan sastra terbatas pada kelompok kecil di
antara mereka dan itupun umat umat sederhana. Bahkan seringkali keliru sehingga
tidak jarang Al-Qur’an turun meluruskan kekeliruan mereka atau memberi kepaada
mereka informasi baru.
Masyarakat arab khususnya
yang berada di makkah,dapat dikatakan sangat terisolasi dari
masyarakat-masyarakat lain yang relatif ketika itu”maju”seperti
mesir,persia,irak,dan china.jika demikian,pengetahuan masyarakat arab pada masa
turunnya al-qur’an akan menunjang bukti kebenaran dan aslian al-qur’an saat di
sadari betapa kitab suci ini memaparkan hakikat-hakikat ilmiah yang tidak di
kenal kecuali pada masa-masa terakhir ini.
·
Masa dan Cara Kehadiran Al-Qur’an
Hal yang tidak kurang pentingnya
dalam upaya lebih meyakinkan tentang kemukjizatan al-qur’an adalah masa dan
cara turunnya wahyu al-qur’an kepada nabi muhammad saw.
Banyak aspek uraian yang berkaitan
dengan topik ini,tetapi yang perlu di garis bawahi dalam konteks pembuktian
kemukjizatan al-qur’an adalah:
a. Kehadiran
wahyu Al-Qur’an diluar kehendak nabi muhammad saw.
b. Kehadirannya
secara tiba-tiba.
Setelah sepuluh kali menerima wahyu
yang dimulai dari awal surah Al-A’laqh sampai Al-Fajr. Sekian lama beliau
menanti kehadiran kedatangan jibril membawa wahyu,namun jibril tak kunjung
datang maka timbul rasa gelisah di hati nabi muhammad saw. Sedemikian besar
kegelisahan itu,sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa beliau nyaris
menjatuhkan dirinya dari atas gunung. Orang-orang musyrik makkahpun mengejek
beliau dengan berkata:tuhan telah meninggalkan muhammad dan membencinya.”kegelisahan
beliau baru berakhir dengan turunnya wahyu kesebelas yang artinya:”demi
adh-dhuha,dan malam ketika hening. Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula
membencimu (Q.s Adh-dhuha[93]:1-3).”
Cahaya matahari,ketika naik
sepenggalahan,memancar menerangi seluruh penjuru,dan pada saat yang sama ia
tidak terlalu terik,sehingga tidak mengakibatkan gangguan sedikitpun. Bahkan
panasnya dapat memberikan kesegaran,kenyamanan,dan kesehatan. Di sini Allah
swt.menggambarkan kehadiran wahyu selama ini sebagai kehadiran cahaya matahari
yang cahayanya demikian
jelas,menyegarkan,dan menyenangkan. Ketidak hadiran wahyu ini di gambarkan
dengan kalimat,”demi malam ketika hening telah larut.” Dari kedua hal
yang bertolak belakang,Allah menafikan dugaan atau tanggapan yang menyatakan
bahwa Nabi Muhammad saw.telah ditinggalkan tuhannya atau tuhannya telah
membencinya. Kehadiran malam tidak menjadikan seseorang boleh berkata bahwa “matahari
tidak akan terbit lagi”.
Demikian terlihat bahwa wahyu adalah
wewenang tuhan sendiri. Walaupun keinginan nabi saw.meluap-luap menanti
kehdirannya,namun jika tuhan tidak menghendaki bahwa wahyu tidk akan datang.
Ini membuktikan bahwa wahyu bukan merupakan hasil perenungan atau bisikan
jiwanya.
Disisi lain ada sekian banyak ayat
Al-Qur’an yang turun menegur beliau.
F.KESIMPULAN
·
Al-Qur’an mutlak merupakan wahyu
Allah swt.bukan buatan hasil karya Nabi Muhammad saw. Yang merupakan jawaban
dari berbagai masalah yang ada di dunia
·
Allah menjamin terpeliharanya
keaslian kandungan Al-Qur’an hingga akhir zaman. Sebagai mana Al-Qur’an,QS ke
15:9.antara lain berkat upaya kaum beriman
·
Al-Qur’an mempunyai banyak banyak
fungsi diantaranya menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad saw.
·
Keorisinalitasan Al-Qur’an tidak
seorang dapat menyaingi Al-Qur’an ,meniru bahkan membuat surah seperti
Al-Qur’an ,bahkan kaum orientalispun tidak dapat celah untuk itu.
·
Al-Qur’an adalah mukjizat abad dan
mukjizat terbesar umat islam.
·
Sejarah membuktikan bahwa Al-Qur’an
itu benar-benar otentik dan tidak dapat di ragukan lagi.
·
Al-Qur’an sebagai penjelas tentang
umat umat terdahulu
DAFTAR
PUSTAKA
Abdurrazaq Naufal,Al-I’jaz
Al-‘Adadi fi Al-Qur’an, Al-Sya’b,cet.III,Kairo,1976.
Al-Asfahani,Al-Raghib,Mu’jam
Mufradat Al-Qur’an,dar al-fikr,beirut,tp.th.
Baikuni,Ahmad,Islam dan Ilmu
Pengetahun Modern,Pustaka Salman,Bandung,1983.
Djarot Sensa, Muhammad, Komunikasi Qur’aniyah,
Bandung : Pustaka Islamika, 2005, hal. 23
Shihab, M. Quraish. Dr, Membumikan Al-Quran,
Bandung : Penerbit Mizan, 1996. hal. 21
Blog pada WordPress.com. Tema: Digg
3 Column oleh WP Designer.
Buletin IQRO, KAMPUS : Kajian MAhasiswa Pojok
Ushuluddin
TINY EARRINGS PICTURE MIXED MIXED MIXED TINY
BalasHapusTINY EARRINGS PICTURE MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED titanium bikes MIXED 벳 인포 MIXED MIXED MIXED rocket league titanium white octane MIXED MIXED titanium density MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED MIXED titanium aura quartz MIXED